Rabu, 17 April 2013

SISTEM IMUN


Imunitas Daya tahan tubuh untuk melawan penyakit  melawan infeksi.

Sistem Imun Semua sel dan molekul yang terlibat dalam imunitas tubuh

 Respon imun   Respon terhadap substansi asing yang masuk ke dalam tubuh, secara kolektif


Imunitas adalah reaksi untuk melawan substansi asing yang masuk ke dalam tubuh seperti mikroorganisme (bakteri, virus, parasit) & molekul besar (protein, polisakharida). Reaksi yang terjadi meliputi reaksi seluler dan molekul.
Fungsi
1.
        Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan    & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing yang    masuk ke dalam tubuh
2.
         Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak (debris sel)
3.
         Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal
Antigen
Benda asing yang masuk ke dalam tubuh (kuman, virus, benda asing lainnya) yang menyebabkan terbentuknya antibodi.
Antibodi
Suatu respon imun tubuh terhadap masuknya benda asing ke dalam tubuh
STRUKTUR SISTEM IMUN
                  Organ sistem imun berada di seluruh bagian tubuh ® organ             limfoid. Organ limfoid: ‘rumah’ bg limfosit
                  Jaringan limfoid primer:
            (1) kelenjar thymus
            (2) sumsum tulang
                  Jaringan limfoid sekunder:
            (1) berkapsul: limpa & kelenjar limf
            (2) tdk berkapsul: tonsil, GALT (gut-associated lymphoid tissue),     jar.limfoid di kulit, sal.napas, kemih, & reproduksi
Jaringan limfoid merupakan jaringan yang memproduksi, menyimpan dan memproses limfosit

Tahap
  1. Deteksi & mengenali benda asing
  2. Komunikasi dg sel lain untuk berespons
  3. Rekruitmen bantuan & koordinasi respons
  4. Destruksi atau supresi penginvasi
     
     
            Þ antibodi & sitokin
Jenis
  1. Respons imun alami nonspesifik
    - ada sejak lahir
    - tdk memiliki target ttt
    - terjadi dlm bbrp menit – jam
      
    ® Reaksi inflamasi
  2. Respons imun didapat spesifik
    - spesifik untuk jenis ttt
    - respons thd paparan I tjd dlm bbrp hari, paparan berikutnya lebih cepat

SISTEM KEKEBALAN NON SPESIFIK
                  Dapat mendeteksi adanya benda asing & melindungi tubuh dari      kerusakan yang diakibatkannya, namun tdk dpt mengenali benda        asing yang masuk ke dalam tubuh.
                  Yang termasuk dlm sistem ini:
            1. Reaksi inflamasi/peradangan
            2. Protein antivirus (interferon)
            3. Sel natural killer (NK)
            4. Sistem komplemen
SISTEM KEKEBALAN SPESIFIK
                  Sistem kekebalan adaptif → menghancurkan patogen yang lolos dari          sistem kekebalan non-spesifik.

(1) kekebalan humoral
® produksi antibodi oleh limfosit B (sel plasma)
(2) kekebalan selular
® produksi limfosit T yg teraktivasi
                  Harus dapat membedakan sel asing yg harus dirusak dari sel-diri ®            antigen (molekul besar, kompleks, & unik yg memicu respons imun   spesifik jika masuk ke dalam tubuh
SISTEM KEKEBALAN HUMORAL
                  Antigen (Ag) merangsang sel B berubah menjadi sel plasma yg        memproduksi antibodi (Ab).
                  Ab disekresi ke darah atau limf ~ lokasi sel plasma yg teraktivasi;    semua Ab akan mencapai darah Þ gamma globulin = imunoglobulin


Jenis imunoglobulin
  1. Ig M ® berperan sbg reseptor permukaan sel B & disekresi pd tahap awal respons sel plasma
  2. Ig G ® Ig terbanyak di darah, diproduksi jika tubuh berespons thd antigen yg sama
    Ig M & IgG berperan jika tjd invasi bakteri & virus serta aktivasi komplemen
  3. Ig E ® melindungi tubuh dr infeksi parasit & mrp mediator pd reaksi alergi
  4. Ig A ® ditemukan pd sekresi sistem perncernaan, pernapasan, & perkemihan (cth: pd airmata & ASI)
  5. Ig D ® terdapat pada banyak permukaan sel B


SISTEM KEKEBALAN SELULER
                  Limfosit T spesifik untuk kekebalan terhadap infeksi virus &           pengaturan pd mekanisme kekebalan.
                  Sel-sel T harus kontak langsung dg sasaran
                  Ada 3 subpopulasi sel T: sel T sitotoksik, sel T penolong, & sel T     penekan
                  Surveilens imun: kerjasama sel T sitotoksik, sel NK, makrofag, &    interferon








0 komentar:

Posting Komentar